Afrizal: Rakyat Harus Cerdas Pilihlah Pemimpin Pro-Rakyat

Afrizal: Rakyat Harus Cerdas Pilihlah Pemimpin Pro-Rakyat

190
0
BERBAGI

TIBRA BI, PADANG – Rakyat Indonesia agar memilih pemimpin yang komitmen membangun bangsa dan negara serta kebijakannya yang pro-rakyat, Kamis (13/09/2018).

Afrizal Ketua Alumni SMA 17 Agustus 1993 mengatakan, di era demokrasi ini, suara rakyat adalah komponen yang sangat penting. Sampai ada yang mengatakan, suara rakyat adalah suara Tuhan.

Baca juga : Mengenal Lebih Dekat Arti dan Perbedaan Baret Prajurit TNI

Mengapa? Ya, karena, suara rakyat itulah yang menentukan jadi tidaknya seorang wakil rakyat duduk di Dewan Perwakilan Rakyat. Semakin banyak suara yang ia terima, semakin besar peluangnya menjadi wakil rakyat yang kekuasaannya sangat besar menentukan ini itu kehidupan Berbangsa – bernegara.

Baca juga : Resmikan Pos Polisi Polsek Indra Pura, Ini Pesan Kapolda Sumut

Namun ironisnya, masih banyak rakyat yang belum mengetahui suara mereka kelak diwakili oleh siapa di parlemen. Selain itu, masalah politik uang (money politic) dan kampanye kotor (black campaign) seperti menjadi menu wajib dalam Pemilu.

Baca juga : Pisah Sambut Kapolda Jatim Gelar Welcome Dan Farewell Parade

Untuk itu, Sangat penting bagi rakyat dalam memilih pemimpin, pilih yang Benar – benar berpihak kepada rakyat yang memiliki komitmen tinggi terhadap umat, bangsa, dan negara ini,” ujarnya dengan tegas Afrizal.

Baca juga : Kapolda Sumut Berbagi Bilal Mayit, Nazir Masjid dan Penggali Kubur

Memilih pemimpin yang baik dan amanah, menurut Afrizal, tidak hanya pada pilkada, tapi juga memilih caleg (calon anggota legislatif pada pemilu.”Ini penting karena wakil rakyat yang duduk di dewan nantinya akan menentukan produk legeslasi atau undang-undang. Semua produk legeslasi akan membawa pada kebijakan pembangunan,” ungkap.

Baca juga : Lebih Dekat Mengenal Asisten Ajudan Presiden RI Joko Widodo

Menurut Afrizal yang layak pilih adalah mereka yang mampu memberdayakan umat, tegas membela kepentingan umat, hingga mengedepankan kemaslahatan umat sebagai salah satu barometer perjuangannya. Masih banyak persoalan umat yang harus diselesaikan. Di sisi lain, kaum liberal dan sekuler mengintai kesempatan untuk memasukkan ideologinya dalam sistem perundang-undangan Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY