BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa Palu dan Donggala 1.948 Jiwa

BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa Palu dan Donggala 1.948 Jiwa

221
0
BERBAGI
Pandangan udara Perumnas Balaroa yang rusak dan ambles akibat gempa bumi Palu, Sulawesi Tengah. Berdasarkan data Lapan, dari 5.146 bangunan rusak sebanyak 1.045 di antaranya Perumnas Balaroa yang ambles.

Tibra BI, Jakarta – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, per 08 Oktober 2018 pukul 13.00 Wib.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Korban yang semula mencapai 1.763 jiwa, kini menjadi 1.948 jiwa.

“Setiap jam kami mendapatkan data. Tadi saya mendapat kabar ada korban lagi empat. Jadi semua 1.948,” kata Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (08/10/2018)

Dari 1.948 korban meninggal, sebanyak 855 orang sudah dimakamkan secara massal. Sedangkan sisanya sudah ada yang diambil oleh pihak keluarganya masing-masing.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, dari total jumlah korban, sebagian korban dimakamkan secara massal.

Sementara sebagian yang lain dibawa oleh keluarga untuk dimakamkan secara pribadi.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat terdapat 10.679 orang luka berat. Tercatat pula 835 orang hilang yang diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami.

Selain itu, gempa bermagnitudo 7,4 SR yang terjadi Jumat (28/9/2018) tersebut mengakibatkan 74.444 mengungsi di 147 titik.

Dilaporkan pula, 65.733 rumah dan 2.736 sekolah rusak. Ditambau lagi, terdapat 7 fasilitas kesehatan rusak berat, terdiri dari 1 rumah sakit dan 6 puskesmas.

Satu hari sebelumnya, yakni pada Minggu 7 Oktober 2018, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho merilis jumlah korban meninggal sebanyak 1.763 orang, (RA).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY