Kapolres Jayawijaya Tindak Tegas Mafia Penimbunan BBM

Kapolres Jayawijaya Tindak Tegas Mafia Penimbunan BBM

315
0
BERBAGI

Tibra BI, Jayapura – Kapolres Jayawijaya Akbp. Yan Pieter Reba, SE, M. Si menyikapi fenomena tingkat kemahalan harga barang maupun harga BBM yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Senin (15/10/2018).

Wawanca eksklusif oleh tibrabhayangkaraindonesia.com kepada Kapolres Jayawijaya Akbp. Yan Pieter Reba, SE, M. Si mengatakan, kondisi di Kabupaten Jayawijaya terkait kebijakan pemerintah dalam memutus Tingkat – tingkat kemahalan harga barang maupun harga BBM di Kabupaten Jayawijaya.

Kapolres Jayawijaya Akbp. Yan Pieter Reba, SE, M. Si menyampaikan, pada tahun 2016 Presiden RI Ir. H. Joko Widodo telah menentukan berapa titik mobilisasi BBM antara lain dari Timika ke Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Tolikara dan Kolintang sudah di rencanakan.

Dimana realisasi ini belom mencapai 100 persen dan dapat baru 45 persen terlaksana. Dalam arti bahwa di sisi lain, distribusi BBM yang di peruntuhkan untuk Rakyat – rakyat yang bersubsidi ini itu sangat terbas sekali.

Sedangkan untuk kebutuhan industri ini cukup banyak, jadi mungkin ada dugaan kita bahwa kemungkin harga subsidi ini sangat kecil. Sehingga para pelaku penimbun BBM ini berusaha untuk menghalihkan beberapa jatah dari subsidi ini ke pemuda yang di peruntungkan untuk industri, ujar Kapolres Jayawijaya.

Kapolres Jayawijaya Akbp. Yan Pieter Reba, SE, M. Si menegaskan akan kami tindak lanjuti terkait penumbunan BBM para pelaku penimbunan BBM ini. Laporan bahwa kota yang di siapan oleh ke Menterian kepada Jayawijaya itu lebih besar yang di terima oleh Kabupaten Jayawijaya, sehingga ada perbedaan data jumlah BBM yang seharusnya di miliki oleh Kabupaten Jayawijaya berdasarkan jumlah penduduk atau yang di peruntuhkan bagi yang berhak menerima BBM. Sehingga kota BBM untuk Kabupaten Jayawijaya ini masih berpariasi.

Ditambahkan Kapolres Jayawijaya mengatakan, bahwa ada beberapa perusahan kontraktor dan industri yang mengambil jatah subsidi BBM itu untuk kebutuhan perusahan tersebut. Sehingga jatah subsidi BBM untuk masyarakat berkurang sehingga terjadi antri panjang setiap hari.

“Kami akan berusaha bekerja secara maksimal agar masalah ini dapat segera teratasi, sehingga harga BBM dan bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya bisa kembali normal, pangkas Kapolres Jayawijaya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY