KKSB Kembali Bantai 24 Pekerja PT. Istaka Karya di Yigi Nduga Papua

KKSB Kembali Bantai 24 Pekerja PT. Istaka Karya di Yigi Nduga Papua

536
0
BERBAGI

Tibra BI, Jayapura – Bahwa telah terjadi pembantaian terhadap pekerja jembatan karyawan PT. Istaka Karya sejumlah 24 orang tewas tertembak.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa berdasarkan laporan dari Pendeta Wilhelmus Kogoya (Tokoh gereja distrik Yigi) melalui saluran Radio SSB yang diterima oleh aparat keamanan pada tanggal 03 Desember 2018 pukul 15.30 Wit, menanggapi laporan tersebut aparat keamanan TNI-Polri segera mengirim pasukan ke Tempat Terjadi Peristiwa (TKP) dalam rangka upaya penindakan dan evakuasi korban, Selasa, (04/12/2018).

Pada 04 Desember 2018 pukul 17.45 Wit pasukan gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi 12 masyarakat terdiri dari: 4 orang karyawan PT. Istaka Karya, 6 orang petugas Puskesmas Mbua dan 2 orang guru SMP Mbua dengan menggunakan Hellycopter milik TNI AD.

Diantara mereka terdapat 3 orang karyawan PT. Istaka Karya yang mengalami luka tembak korban kekerasan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dan saat ini sedang di evakuasi ke RSUD Wamena.

Dari keterangan salah seorang korban karyawan PT. Istaka Karya yang selamat dari pembantaian Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), JA membeberkan kronologis kejadian.

Bahwa pada tanggal 01 Desember 2018 seluruh karyawan PT. Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja karena pada hari itu ada upacara peringatan 01 Desember 2018 yang diclaim sebagai hari kemerdekaan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.

Pukul 15.00 Wit Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) mendatangai Kamp PT. Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dikawal sekitar 50 orang Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) campuran standard militer.

Keesokan harinya, Minggu 02 Desember 2018 pukul 07.00 Wit seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo, di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok.

Tidak lama kemudian para Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan sura hutan khas pedalaman Papua, mereka secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat sebagian lagi Pura – pura mati terkapar di tanah.

Setelah itu Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) meninggalkan para korban melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo, 11 orang karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri.

Namun malangnya mereka terlihat oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) sehingga merek dikejar. 5 orang tertangkap dan digorok oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) (meninggal di tempat), 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah 2 orang diantaranya belum ditemukan sedangka 4 orang (diantaranya saksi Jimmy Aritonang) selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua.

Pada tanggal 03 Desember sekitar pukul 05.00 Wit Pos TNI 755/Yalet tempat korban diamankan diserang oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) bersenjata standar militer campuran panah dan tombak, rupanya mereka tetap melakukan pengejaran. Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos sehingga salah seorang anggota yonif 755/Yalet Serda Handoko membuka Jendela sehingga tertembak dan meninggal dunia.

Anggota pos membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 pagi hingga 21.00 Wit. Karena situasi tidk berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada 4 Des pukul 01.00 WIT, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan, saat itulah salah seorang anggota Pratu Sugeng tertembak di lengan.

Hari Selasa 04 Desember 2018 pukul 07.00 Wit Satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban.

Menurut Keterangan Saudara JA jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKSB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang.

Laporan: Kapendam XVII/Cend
Kolonel. Inf. Muhammad Aidi.
Laporan II: Aripin P Pusung, Tibra BI,Papua.
Pubikasi: Dedi Prima, Tibra BI Pusat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY