Bareskrim Polri Berhasil Amankan 20 Kg Sabu Jaringan Internasional

Bareskrim Polri Berhasil Amankan 20 Kg Sabu Jaringan Internasional

131
0
BERBAGI

Tibra BI, Yogyakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap tiga kasus penyelundupan narkotika jaringan Malaysia-Jakarta dan jaringan Aceh-Medan-Lombok.

Barang bukti Sabu – sabu yang diamankan sebanyak 20 Kilogram dan 12 orang tersangka berhasil ditangkap.

Penyelundupan 20 Kilogram narkoba jenis sabu yang dimasukkan dalam satu karung yang berisi ikan asin berhasil diamankan oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Wadir Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes. Pol. Krisno Halomoan Siregar mengatakan, polisi berhasil menangkap 4 tersangka. Salah satunya sebagai pengendali dan merupakan jaringan Medan.

Kasus tersebut berhasil diungkap, saat penyidik melakukan razia narkoba di sebuah pool bus trans Sumatera-Jawa di Jalan Pelabuhan Merak, Mekarsari, Pulomerak, Cilegon, Banten. Dalam razia tersebut, penyidik menemukan sebuah karung goni yang berisi 20 bungkus plastik berisi kristal sabu dengan total bobot 20 Kilogram ditumpuk dengan ikan asin.

Kasus pertama, Polisi berhasil ungkap kasus di Bandara Soekarno-Hatta, 3 orang penumpang, yakni BA, SU dan AM berhasil diamankan.

Rencananya, paket Sabu – sabu tersebut akan dibawa oleh tiga tersangka ini menuju Lombok. Sementara.

Kasus kedua berhasil diungkap Polisi di wilayah Kota Batam dengan barang bukti 7 Kilogram Sabu – sabu, dan mengamankan 5 orang tersangka.

Paket sabu seberat 20 Kilogram yang merupakan kasus ketiga berhasil diungkap pihak Kepolisian setelah diketahui adanya pengiriman paket Sabu – sabu dengan menggunakan bus di Pelabuhan Merak, Banten.

Anggota Polisi juga berhasil amankan penumpang bus yang berinisial MI (Usia 38 tahun) yang merupakan pemilik paket tersebut.

Keesokan harinya tim penyidik menangkap tersangka lainnya yakni HGS (Usia 39 tahun) di Hotel Tresya, Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Kemudian penyidik meringkus tersangka DJS (Usia 37 tahun) dan EZ (Usia 48 tahun) yang bertugas mengirimkan paket Sabu – sabu dari gudang ke bus tersebut.

Dari keterangan para tersangka, diketahui bahwa paket sabu tersebut berasal dari Malaysia yang dibawa ke Indonesia melalui jalur laut dan darat.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Uu Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda minimal Rp. 1.000.000.000,- miliar rupiah dan maksimal Rp.10.000.000.000,- miliar ditambah sepertiga, (Red/Dp).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY