Ronny Elopere: Insiden Pembantaian di Nduga Bentuk Kegagalan Pemerintah

Ronny Elopere: Insiden Pembantaian di Nduga Bentuk Kegagalan Pemerintah

282
0
BERBAGI

Tibra BI, Papua – Ronny Elopere, S.Ip.M.Kp Ketua Fraksi Pilamo DPRD Jayawijaya sebagai Wakil Rakyat DPRD Jayawijaya, Insiden Pembantaian Di Nduga Bentuk Kegagalan Pemerintah Menjamin Keamanan di Papua.

Ronny Elopere, S.Ip.M.Kp Ketua Fraksi Pilamo DPRD Jayawijaya sebagai Wakil Rakyat DPRD Jayawijaya mengatakan, tokoh mudah dari Habema sangat disayangkan atas insiden pembantaian di Kabupaten Nduga.

Serta mengorbankan kariawan dan salah satu staf terbaik pegawai PUPR yang gugur dalam peristiwa tersebut dan saya turut berduka cita yang sangat mendalam.

Tentunya di sini saya sebagai wakil rakyat dari wilayah perbatasan Nduga Habema sangat menghimbau untuk tidak melakukan operasi meliter di daerah kawasan situs taman nasional (taman lorens) di daerah Habema, ujarnya Ronny Elopere, S.Ip.M.Kp Ketua Fraksi Pilamo DPRD Jayawijaya sebagai Wakil Rakyat DPRD Jayawijaya.

Ronny Elopere, S.Ip.M.Kp Ketua Fraksi Pilamo DPRD Jayawijaya sebagai Wakil Rakyat DPRD Jayawijaya menghimbau, kejar pelaku penembakan itu melakukan pendekatan persualif sama toko gereja dan masyrakat adat. Berhubung sampai saat ini masyarakat yang korban belum teridentifikasi berapa banyak korban dalam operasi ini.

Kemudian dibalik semua kejadian ini kita bisa berfikir yang positif dari mana Opm bisa miliki senjata dengan peluru yang sangat banyak kasih kelihatan d media sosial ini. Dan dari mana mereka bisa belajar bongkar pasang senjata lalu senjata bisa awet dan ini jadi pertanyaan saya karena pegang senjata tidak mudah.

Selain itu, saran saya kepada balai besar jalan dan jembatan Papua mohon pembangunan ruas jalan Wamena Habema Nduga perlu ada pengawasan pihak keamanan dan libatkan pengusaha lokal.

Ronny Elopere, S.Ip.M.Kp Ketua Fraksi Pilamo DPRD Jayawijaya sebagai Wakil Rakyat DPRD Jayawijaya menyampaikan, kira ini salah satu dampak kelalaian sehingga bisa Opm bebas berulah dan kemudian Opm itu manusia yang membutuhkan makan tiap hari.

Oleh sebab itu, saya mogin tangkap mereka dan adili mereka jangan tembak dan jagan masyrakat umum yang jadi korban dan mereka adalah bagian dari keluarga kami, kata Ronny Elopere, S.Ip.M.Kp Ketua Fraksi Pilamo DPRD Jayawijaya.

Ronny Elopere, S.Ip.M.Kp Ketua Fraksi Pilamo DPRD Jayawijaya sebagai Wakil Rakyat DPRD Jayawijaya menyampaikan, mohon libatkan kontraktor anak asli di Papua bukan hanya di ruas jalan Trans Papua ini. Namun seluruh Papua saya himbau kepada Presiden RI, Menteri PUPR,balai, Satker dan PPK jangan datangkan pengusaha non Papua dari Jakarta dan lalu menganggap kami orang Papua tidak mampu.

Pandangan Ronny Elopere, S.Ip.M.Kp Ketua Fraksi Pilamo DPRD Jayawijaya sebagai Wakil Rakyat DPRD Jayawijaya mengatakan, terjadi selama ini pendatang terlambat kerja aja masih kasih terus tiap tahun. Kalau putra daerah terlambat kerja langsung balai katakan tidak mampu dan tidak kasih lagi tahun berikut.

Nah, ini bisa jadi kecemburuan sosial jadi saya mohon kepada Bapak Presiden bina trus pengusaha Papua ibarat parang parang yang tumpul.

Namun, diasah terus maka tentu akan tajam juga. Maka Kabalai Papua jagan mencaplok putra daerah tidak mampu terus.
Kami juga bisa seperti saudara saudara lain dari luar Papua. Jadi jangan pernah anggap putra daerah tidak mampu langsung kasih paket lanjutan juga kasih orang lain, Pangkas dengan tegas Ronny Elopere, S.Ip.M.Kp Ketua Fraksi Pilamo DPRD Jayawijaya.

Laporan: Aripin P Pusung, Tibra BI, Papua.
Pubikasi: Dp, Tibra BI Pusat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY