Kapolri Silahturahmi di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang

Kapolri Silahturahmi di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang

88
0
BERBAGI

Tibra BI, Jawa Timur – Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D, tiba di VIP Bandara Juanda Sidoarjo, Jawa Timur.

Kedatangan Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D hari ini ke Jawa Timur dalam rangka Silaturahmi dengan ulama serta kegiatan peresmian Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Selasa, (18/12/2018).

Pondok Pesantren Tebuireng adalah salah satu pesantren terbesar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1899.

Selain materi pelajaran mengenai pengetahuan agama Islam, pelajaran umum juga dimasukkan ke dalam struktur kurikulum pengajarannya.

Pesantren Tebuireng telah banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat luas, terutama dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.

Pondok Pesantren Tebuireng Dalam perjalanan sejarahnya, hingga kini Pesantren Tebuireng telah mengalami 7 kali periode kepemimpinan.

Secara singkat, periodisasi kepemimpinan Tebuireng hingga masa K.H. Solahudin Wahid (Gus Solah). Setibanya di Pondok Pesantren Jombang, Kapolri melaksanakan silaturahmi dan pertemuan tertutup dengan Ulama serta Pimpinan Pondok Pesantren Gus solah dan para Pengurus Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang.

Selesai pertemuan, Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D beserta para Ulama melaksanakan ziarah ke makam pendiri Pondok Pesantren yaitu Makam Alm K.H. Hasyim Asy’ari dan Makam Alm K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Selesai melaksanakan Ziarah, Rombongan langsung menuju lokasi Peresmian Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari. Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari berdiri di atas lahan seluas 4,9 hektare tersebut terletak di kawasan makam Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Pada Museum yang dibangun sejak tahun 2011, memiliki alur cerita masuknya Islam ke Indonesia yang digambarkan melalui panel, gambar dan kalimat-kalimat, serta buku-buku di perpustakaan museum. Pada lantai I Museum ini untuk menyimpan barang bersejarah bagi umat Islam di Nusantara.

Mulai dari awal masuk dan bekembangnya agama islam di Nusantara hingga peninggalan zaman perjuangan dan era reformasi agama islam.

Selain itu, museum ini juga akan menyuguhkan Barang – barang peninggalan KH.Hasyim Asy’ Ari. yang berada di Lantai II.

Dalam sambutanya Gus Solah menyampaikan, bahwa Museum ini berisi bagaimana Islam masuk ke Nusantara ini dengan penuh kebaikan dan keramahan, Bukan dengan cara Peperangan dan juga bukan dengan cara politik.

Selain itu Gus Solah menekankan bahwa para pendahulu sudah memperjuangkan Islam dan menyepakati Pancasila sebagai ideologi negara kita dimana didalamnya terdapat nilai nilai Islam.

Dua organisasi Islam terbesar Indonesia yaitu NU dan Muhammadiyah juga sepakat bahwa Pancasila merupakan Ideologi kita.

Selain itu, Gus Solah menyampaikan bahwa Khilafah ditegakkan di negara kita saat ini salah, karena tidak benar negara melarang hukum syariah, Salah satunya contohnya adalah perbankan Syariah.

Kapolri bersilaturahmi dengan Gus Solah yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng juga sekaligus Tokoh NU.

Dalam silaturahmi ini Kapolri didampingi oleh Kadiv Propam Polri Irjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H. Kegiatan diakhiri dengan Foto Bersama Gus Solah beserta keluarga.

Laporan: Humas Mabes Polri.
Publikasi: Dedi Prima, Tibra BI, Pusat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY