Pasca Jalan Amblas, Polda Jatim Amankan 3 Pekerja Proyek

Pasca Jalan Amblas, Polda Jatim Amankan 3 Pekerja Proyek

102
0
BERBAGI

Tibra BI, Jatim – Polda Jawa Timur amankan tiga orang pekerja proyek untuk dimintai keterangan, Rabu, (19/12/2018).

Tiga pekerja dari proyek di lokasi amblesnya tanah di Raya Gubeng Surabaya, Jawa Timur, diamankan polisi, setelah peristiwa amblesnya tanah pada Selasa malam, 18 Desember 2018.

Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan memyampaikan, ketiga pekerja proyek itu dimintai keterangan, guna kepentingan penyelidikan penyebab kejadian tersebut.

Seperti diketahui, di sisi kiri jalan yang ambles merupakan lahan proyek yang masih tahap pembangunan. Sebagian lahan proyek itu ikut termakan lubang memanjang akibat amblesan tanah tersebut.

Dia mengaku masih menyelidiki proyek tersebut dibangun untuk apa. Informasi diperoleh, proyek itu merupakan perluasan Rumah Sakit Siloam.

Rumah sakit tersebut, berada tak jauh dari lokasi kejadian, hanya sekira 200 meter. “Orang-orangnya (RS Siloam) dihubungi tidak aktif,” ujar Kapolda Jawa Timur.

Proyek itu dikerjakan oleh PT Nusa Engineering Konstruksi (NEK), Bos perusahaan tersebut, kata Kapolda Jawa Timur akan datang ke lokasi pada Rabu pagi.

“Besok pagi-pagi, direkturnya akan datang ke sini atas nama inisial D,” ucap Kapolda Jawa Timur.

Sementara ini, langkah pertama yang dilakukan petugas ialah pemeriksaan lokasi dan pencarian, serta evakuasi korban.

“Langkah pertama mengevakuasi korban dulu, seandainya itu ada. Kita masih melakukan (pencarian) dulu, karena suasananya gelap,” ujar Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan.

Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan mengatakan, selain memeriksa pekerja, Kepolisian juga menyita sejumlah dokumen milik NEK, Bos perusahaan konstruksi tersebut, juga akan dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

“Ada beberapa temuan. Pada bulan Februari 2018 lalu air mengalir saat penggalian. Harusnya air tidak mengalir,” kata Kapolda Jawa Timur.

Terkait temuan itu, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah seperti mendalami bersama saksi ahli berkoordinasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Bina Marga.

Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman penyebab amblesnya jalan tersebut. Apakah dari human error atau yang lain.

“Yang perlu diwaspadai adalah aktivitas masyarakat tidak terganggu. Kami dengan Dinas Perhubungan akan rapat untuk pengalihan arus supaya masyarakat tidak terganggu,” pangkas Kapolda Jawa Timur, (Dp).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY