Polrestabes Surabaya Berhasil Bongkar Jaringan Prostitusi Online

Polrestabes Surabaya Berhasil Bongkar Jaringan Prostitusi Online

89
0
BERBAGI

Tibra BI, Surabaya – Polrestabes Surabaya mengungkap kasus prostitusi yang dikelola oleh seorang penghobi fotografi dengan menjual perempuan berprofesi sebagai model.

Kepala Unit Reserse Mobil Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Inspektur Polisi Satu Bima Sakti mengatakan, para perempuan yang diperdagangkan sebagai korban.

Jumlah korban ada banyak. Mereka adalah model ‘freelance’ atau paruh waktu yang biasa berpose untuk komunitas penghobi fotografi,” kata Inspektur Polisi Satu Bima Bima Sakti, sambil menunjukkan foto korban yang dicetak dalam beberapa lembar kertas saat jumpa pers di Surabaya.

Kanit Resmob Polresta Surakarta menjelaskan, para model “Freelance” yang rata-rata berusia 20 tahun tersebut ditawarkan dengan menampilkan foto secara “online” atau dalam jarigan (daring) melalui media sosial “Instagram”, ujar Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Inspektur Polisi Satu Bima Sakti.

Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya mengatakan, seorang model dibandrol seharga Rp.1.500.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah) untuk kencan singkat atau “short time”, serta Rp.2.000.000,- (Dua juta rupiah) untuk “Long time”. Harga itu di luar kamar hotel yang dibayar terpisah oleh tamunya sendiri.

“Mucikarinya adalah seorang penghobi fotografi berinisial BR, yang berdomisili di Madiun, Jawa Timur,” ucap Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya.

Kanit Resmob Polresta Surakarta kepada penyidik polisi, BR mengaku mengambil keuntungan sebesar Rp.500,- (Lima ratus ribu rupiah) dari setiap korbannya.

Mengungkapkan, pelaku BR mengelola bisnis ini secara daring dari tempat asalnya di Madiun. Sedangkan para model yang menjadi korban berdomisili di berbagai daerah, seperti Surabaya, Malang, Jakarta dan Semarang, pangkas Kanit Resmob Polresta Surakarta, (Hy/Dp).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY