Debat Perdana: Prabowo Lebih Santai, Ketimbang Jokowi Emosional

Debat Perdana: Prabowo Lebih Santai, Ketimbang Jokowi Emosional

214
0
BERBAGI
Nomor urut 02 Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno terlihat dari sikap lebih tenang.

Tibra BI, Jakarta – Debat perdana pasangan nomor urut 02 calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno dinilai lebih unggul dibandingkan pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Dalam debat perdana calon Presiden dan calon Wakil Presiden di pemilihan umum tahun 2019 ini yang membahas isu Korupsi, Hukum, HAM, dan Terorisme, diadakan Hotel Bidakara, Kamis (17/01/2019) Malam.

Pakar semiotika dari Universitas Padjadjaran Kunto Adiwibowo mengatakan, keunggulan Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno terlihat dari sikap lebih tenang yang ditunjukan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden bernomor urut 02 itu dalam menjawab berbagai pertanyaan.

Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno

Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno lebih unggul, karena lebih cair atau rileks. Sementara Joko Widodo – Ma’ruf Amin terlihat tegang,” ujar Kunto.

Kekompakan di antara Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno lebih terlihat dibandingkan Jokowi – Ma’ruf. Keberadaan naskah atau sontekan mengganggu performa Jokowi dalam menjawab berbagai pertanyaan dalam debat perdana Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Joko Widodo-Ma’ruf Amin dinilai lebih tegang di debat capres perdana.

Padahal, lanjut Kunto, Joko Widodo sempat terlihat lebih santai di awal debat dan berhasil menyindir Prabowo Subianto dengan kasus dugaan penyebaran hoaks yang melilit mantan juru kampanyenya Ratna Sarumpaet.

“Chemistry pasangan calon nomor urut 01 seperti tidak ada, tidak tahu karena apa. Skrip sepertinya sangat mengganggu, kisi – kisi itu merugikan 01, sehingga Joko Widodo fokus sontekannya,” ujar Kunto.

Selain itu, saat memberikan pernyataan penutup, Joko Widodo juga terlalu memaksakan diri untuk terlihat sebagai sosok yang tegas. Menurut Kunto, hal itu malah membuat Jokowi terlihat emosional. Terlebih, Joko Widodo menggulung lengan kemejanya usai memberikan pernyataan penutup itu.

Kunto menambahkan, Joko Widodo pun banyak memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan substansi pertanyaan. Dia menduga hal ini terjadi karena cawapres Joko Widodo – Ma’ruf Amin lebih banyak diam dalam debat perdana Pilpres 2019 ini.

“Joko Widodo banyak jawab tak sesuai substansi, mungkin beban karena harus main sendiri di lapangan,” katanya.

Joko Widodo Ingin Pamer Paling Benar

Pengamat semiotika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Acep Iwan Saidi menilai Joko Widodo ingin menyampaikan tantangan bahwa dirinya adalah sosok yang paling benar saat menggulung lengan kemeja setelah menyampaikan pernyataan penutup di debat perdana Pilpres 2019. Menurutnya, Joko Widodo pun terlihat sensitif saat menyampaikan pernyataan penutup.

“Sensi paling tampak di closing statement bagaimana beliau Joko Widodo lebih menunjukan siapa dirinya di masa lalu yang tidak punya masalah HAM, Korupsi, dan lain-lain, ini dia ingin menjatuhkan lawannya. Dari gesture, dia mengulung kemejanya, seolah ingin menantang aku paling benar,” ujar Acep Iwan Saidi.

Walau dikatakan Salis, Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno paling rileks, namun belum sepenuhnya tampil bebas.

“Kedua tangan lebih banyak ada di podium. Selanjutnya, Joko Widodo juga tegang sekalipun lebih rileks dari pada Prabowo Subianto. Namun, yang paling tegang justru terlihat dari pak Ma’ruf Amin yang posisi tubuh maupun wajah hampir tak ada pergeseran, cenderung datar, dan terus menatap ke satu arah,” paparnya.

Namun seiring waktu, kedua paslon relatif bisa lebih rileks menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh moderator maupun dari lawan masing masing.

Di tengah debat, Sandiaga Salahudin Uno juga sempat bercanda tentang partai Gerindra kepada Prabowo Subianto. Namun, karena model debat yang tidak bisa dipungkiri, menurut salis terlalu formal, akhirnya suasana susah untuk menjadi cair dan mengalir.

Berangkat dari itu, Acep Iwan Saidi menilai Sandiaga Salahudin Uno menjadi sosok yang unggul dalam debat perdana Pilpres 2019. Menurutnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menjadi orang yang paling dewasa dibandingkan tiga sosok lainnya.

“Sandiaga Salahudin Uno paling dewasa. Jadi dari keempat orang ini, Sandiaga Salahudin Uno paling menunjukkan ketenangan. Kesimpulannya, Sandiaga Salahudin Unoyang unggul secara individu, tapi kalau paslon dua-duanya ngawur menjawab isu debat,” pangkasnya Asep.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY