Karo Penmas: Pimpinan Jamaah Islamiyah Terlibat Diberbagai Aksi Terorisme

Karo Penmas: Pimpinan Jamaah Islamiyah Terlibat Diberbagai Aksi Terorisme

237
0
BERBAGI

Jakarta – Pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) PW terbilang lama berada dalam kelompoknya. Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa PW telah bergabung selama 19 tahun di organisasi terorisme itu dan terlibat di berbagai aksi teroris yang terjadi di Indonesia.

Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan, PW pernah mengikuti pelatihan militer sekitar tahun 2000 dan sejak saat itu mulai aktif di kelompok JI. PW sempat menjadi orang kepercayaan di bidang intelijen dalam kelompok tersebut. Kemudian, PW dipilih menjadi pimpinan JI pada tahun 2007.

“Yang ditangkap kemarin ini (PW), dulunya tahun 2000-an di JI, dia yang dikasih kepercayaan dalam struktur organisasi JI. Dia di bidang intelijen. Oleh karenanya setelah JI dinyatakan bubar, dia dibaiat sebagai amir (pimpinan) yang ada di Indonesia,” ungkap mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (01/07/2019).

Dari berbagai aksi teror, Karo Penmas menjelaskan, PW terlibat mulai kerusuhan di Poso pada 2000, bom di Kedutaan Besar Australia pada 2004 serta bom Bali I pada 2002 dan II pada 2005.

Keterlibatannya secara khusus pada Bom Bali I dan II membuat PW sempat bekerjasama dengan kelompok Noordin M. Top dan dr. Azhari, dalang peristiwa bom Bali.

Selain memiliki kemampuan di bidang intelijen, pria lulusan sebuah universitas ternama di Jawa Barat dengan jurusan teknik sipil itu memiliki kemampuan untuk merakit bom, militer, dan merekrut anak buah.

“Dari sisi kompetensi, yang bersangkutan memiliki kompetensi untuk merakit bom. Kemampuan intelijen dan kemampuan militer lainnya selama dia mengikuti pelatihan itu cukup komprehensif sehingga yang bersangkutan dibaiat sebagai pimpinan JI,” terang mantan Kapolres Lumajang tersebut.

Mantan Kapolres Ponorogo itu menuturkan, Kelompok yang dipimpin PW, juga telah mengirim rekrutannya dalam enam gelombang untuk mengikuti latihan militer di negara. Salah satunya Suriah. Namun, Densus 88 AT masih mendalami berapa jumlah orang yang dikirim. (ng/sw/hy)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY