Polres Dumai Grebek Lokasi Perakitan Senjata Api Ilegal

Polres Dumai Grebek Lokasi Perakitan Senjata Api Ilegal

99
0
BERBAGI

Dumai – Kepolisian Resor Dumai berhasil mengungkap perakitan senjata api illegal, polisi juga mengamankan sejumlah senjata api serta amunisi dan mesin untuk merakit senjata api tersebut.

Kapolres Dumai Akbp. Restika Pardamean Nainggolan mengatakan, penggerebekan itu merupakan pengembangan dari temuan tiga pucuk senjata api dan empat amunisi di areal PT Diamond Raya Timber Sinepis, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, beberapa waktu lalu.

“Awalnya kita menangkap 3 pelaku bersama 3 senjata api rakitan milik mereka di sekitaran PT Diamond pada 1 Juli 2019 lalu. Kemudian, para pelaku kita bawa dan diperiksa lebih lanjut,” tuturnya Kapolres Dumai.

Selain itu, dalam penggerebekan kali ini, pihaknya berhasil mengamankan tiga tersangka yakni Harianto, Juman dan Efendi Sihotang. Mereka semua warga Sungai Sembilan Dumai. Ketiga pelaku terduga perakit senjata api secara illegal.

Setelah polisi mendalami kasus tersebut, polisi juga melakukan menggeledah Masing – masing rumah tiga tersangka perakit senjata api tersebut.

Keesokan harinya, 2 Juli 2019, polisi bergerak menggeledah masing-masing rumah mereka. Rumah pertama adalah milik Harianto, di Jalan Mampu Jaya RT 022 Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, Riau.

Selanjutnya barang bukti diamankan di Polsek Sungai Sembilan untuk penyidikan lebih lanjut. Tak hanya sampai di situ, polisi kembali melakukan pengembangan untuk membongkar industri perakitan senjata api yang membahayakan keamanan negara tersebut.

Kapolres Dumai Akbp. Restika Pardamean Nainggolan menyebutkan, setelah mengamankan barang bukti dari rumah Harianto, personel Polsek Sungai Sembilan berangkat menggunakan kapal Speadboat dari Pelabuhan Panglong Arang Lubuk Gaung menuju Kampung Tengah Sinepis. Sesampainya di lokasi, petugas menggeledah rumah milik Juman.

“Barang bukti yang ditemukan berupa 1 unit mesin gerinda, 1 mesin bor, 1 kunci pembuka mata bor serta 17 mata bor berbagai ukuran dan diamankan dari rumah Juman berupa, 4 butir amunisi aktif kaliber 5,56 mm, 1 butir selongsong, serta 1 butir proyektil,” ucap Kapolres Dumai.

Beberapa jam kemudian, polisi kembali mencari rumah terduga perakitan senajata api. Kali ini, kediaman milik Efendi Sihotang di Kampung Tengah. Polisi menggeledah rumah tersebut disaksikan keluarga Efendi dan perangkat desa setempat.

Di rumah Efendi, petugas menemukan 1 besi pematik senpi rakitan, 13 butir amunisi aktif kaliber 5,56 mm. Selanjutnya barang bukti yang ditemukan di amankan di Polsek Sungai Sembilan untuk penyidikan lebih lanjut.

“Ketiga tersangka dijerat Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, pasal 1 ayat 1. Ancamannya hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara maksimal 20 tahun,” tutup pungkas Perwira Menengah Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY