Polri Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benih Lobster ke Singapore

Polri Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benih Lobster ke Singapore

73
0
BERBAGI

Jakarta – Bareskrim Polri berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster sebanyak 113.412 ekor atau senilai Rp. 17.032.400.000,- (tujuh belas miliar tiga puluh dua juta empat ratus ribu rupiah). Benih yang diambil dari Bengkulu dan rencananya akan dikirim ke negara Singapura.

Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Kombes. Pol. Parlindungan Silitonga menjelaskan, ke awak media dalam pengungkapan kasus tersebut aparat Kepolisian berhasil meringkus empat orang tersangka yakni Mark Tan Chen Cheu Feng alias Atan (usia 44 tahun), Hasan bin Ahmad (usia50 tahun), Bagyo Chandra (usia 47 tahun) berperan sebagai perantara antara penjual dan pembeli lobster.

Sementara seorang pelaku lagi merupakan warga negara Singapura bernama Teng Cheng Ying Keene (usia 29 tahun), yang berperan sebagai pemodal dan pembeli lobster.

Dari para tersangka Kepolisian mengamankan barang bukti berupa benih lobster sebanyak 113.412 ekor, satu unit kendaraan Toyota Innova BD 1667 CK, satu unit kendaraan Daihatsu Xenia BD 1154 CH. Selain itu, telah diamankan pula buku tabungan bank BNI atas nama Mark Tan Chen Chu Feng, beserta empat unit handphone.

Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Kombes. Pol. Parlindungan Silitonga mengatakan, Benih – benih lobster tersebut telah dilepasliarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

“Nilai Sumber Daya Ikan yang berhasil diselamatkan senilai Rp. 17.032.400.000,- (tujuh belas miliar tiga puluh dua juta empat ratus ribu rupiah). Benih-benih itu juga sudah dilepasliarkan di Perairan Pacitan Jawa Timur,” terang Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.

Atas perbuatannya, polisi mengenakan para tersangka dengan Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat (1) UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,- (Satu miliar lima ratus juta rupaih),” tutup Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY