Bareskrim Polri Selidiki Mark Up Pengadaan Alat CT Scan RSUD Surabaya

Bareskrim Polri Selidiki Mark Up Pengadaan Alat CT Scan RSUD Surabaya

69
0
BERBAGI

Jakarta – Bareskrim Polri saat ini menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Cath Lab dan belanja alat kedokteran CT Scan bermerek GE (General Electronics) di RSUD dr Mohammad Soewandhie, Surabaya, Jawa Timur.

Aparat Kepolisian menyatakan saat ini masih melakukan proses penyelidikan terkait perkara tersebut. Diduga kasus ini terjadi sekitar tahun 2012 lalu.

“Masih dalam proses sidik,” tegas Karo Penmas Divisi Humas Polri saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (08/08/2019).

Terlebih dalam melakukan penyelidikan ini, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri sudah melayangkan panggilan pemeriksaan kepada Direktur PT GE Operation Indonesia Mohamed Harris Bin Izmee.

Diketahui, pengadaan CT scan dan cath lab senilai Rp.31.000.000.000,- (Tiga puluh miliar rupiah) lebih di RS dr Soewandhie diduga di-mark up. Pengadaan satu unit CT scan merek GE dimenangkan PT Dian Graha Elektrika dengan nilai Rp.14.426.000.000,- (Empat belas miliar empat ratus dua puluh enam juta rupiah).

Tetapi informasi yang diperoleh bahwa harga satu unit CT scan merek GE tersebut hanya berkisar USD.250.000 atau sekitar Rp.2.700.000.000,- (Dua miliar tujuh ratus juta rupiah). Jika ditambah tarif fee on the boat (FOB), termasuk asuransi barang, pajak, bea masuk dan lain-lain, diperkirakan maksimal mencapai Rp.1.500.000.000,- (Satu miliar lima ratus juta rupiah).

Sehingga total biaya mendatangkan satu unit CT scan mencapai sekitar Rp.4.200.000.000,- (Empat miliar dua ratus juta rupiah). Namun Pemkot Surabaya harus membayar Rp14.426.000.000 (Empat belas miliar empat ratus dua puluh enam juta rupiah) dari APBD.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY