Kapolda NTB Tindak Tegas Penambangan Liar Gunung Prabu

Kapolda NTB Tindak Tegas Penambangan Liar Gunung Prabu

51
0
BERBAGI

Lombok – Penambangan liar Gunung Prabu di Lombok Tengah sudah parah. Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, juga menjadi catatan buruk perjalanan kepariwisataan di Lombok Tengah. Terlebih karena Gunung Prabu masuk dalam kawasan pengembangan wisata Mandalika Resort.

Kapolda NTB Irjen. Pol. Drs. Nana Sudjana, MM mengatakan, guna menciptakan keamanan dan terhindar dari sejumlah penilaian wisatawan dari sebutan negatif. Kami sebelumnya telah melakukan pendataan Penambang Emas Tanpa Ijin (Peti) di Gunung Prabu. Sekaligus sosialisasi kepada masyarakat setempat ataupun para penambang liar di sekitar lingkar tambang,” jelasnya Kapolda NTB di Mataram, Sabtu (10/08/2019).

Kapolda NTB juga menambahkan, pihaknya juga sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan dengan sasaran beberapa tempat kejadian perkara (TKP), seperti di Sekotong, Lombok Barat, Prabu, Lombok Tengah dan Lamuntet, Sumbawa Barat.

Bahwa Polda NTB hingga saat ini sudah melakukan tindakan persuasif kepada para penambang liar, di Lombok atau Sumbawa. “Kita akan melakukan upaya stop Peti dengan sosialisasi. Sebagai peringatan kepada para penambang, hingga langkah penegakkan hukum apabila dibutuhkan,” jelasnya Kapolda NTB.

Selain itu, dikatakan Polda NTB juga berupaya menyetop bahan baku yang akan digunakan, seperti bahan bakar atau BBM, potasium juga merkuri.

Kapolda NTB tersebut juga menjelaskan, yang menjadi prioritas dalam upaya mengatasi peti ini. Terutama di daerah destinasi pengembangan wisata yang berada di Lombok Tengah yakni Gunung Prabu.

Peti di Gunung Prabu, Lombok Tengah juga menjadi atensi Polda NTB dan yang jelas, tambang tersebut ilegal yang ilegal kita akan tindaklanjuti dan kita akan proses sesuai pendataan.

Kemudian akan ditindaklanjuti dulu ketika tidak dengan sosialisasi dan musyawarah meminta untuk menutup. Ya kalau mereka tidak menutup akan kita lakukan penindakan,” tutupnya Kapolda NTB.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY