Polri Tangkap Aktor Utama Pembalakan Kayu Ilegal

Polri Tangkap Aktor Utama Pembalakan Kayu Ilegal

90
0
BERBAGI

Bandung – Tim Subdit III Tipiter Mabes Polri akhirnya menangkap aktor utama pembalakan liar di kawasan hutan Jambi dan Sumatra Selatan. Tersangka yang ditangkap tersebut adalah M (umur 42 tahun) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/07/2019) lalu.

Tersangka M adalah warga asal Sumatra Selatan dan selama ini bermukim di Jambi. Ia ditangkap di Jawa Barat, kata Ketua DPP Lembaga Pemantau dan Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH), Tri Joko, Sabtu (10/08/2019).

Ketua DPP Lembaga Pemantau dan Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH), Tri Joko Purwanto mengatakan bahwa dalam aktivitas ilegalnya tersangka M memperkerjakan 40 orang untuk menebang hutan di kawan Jambi dan Sumatra Selatan. Setelah ditebang, kayu ilegal tersebut diolah dengan berbagai ukuran.

Lalu kayu olahan itu di alirkan melewati parit atau kanal yang bermuara di dekat gudang tersangka M yang berada di Dusun III Pancuran, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

Dari gudang tersangka, Kayu – kayu hasil pembalakan liar tersebut dijual kepada pembeli-pembeli yang ada di wilayah Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatra Selatan. Kegiatan tersebut sudah berlangsung semenjak tahun 2015, tutur Ketua DPP Lembaga Pemantau dan Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH).

Ketua DPP Lembaga Pemantau dan Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH) menjelaskan bahwa tersangka M telah melanggar pasal 88 ayat (1) huruf a jo pasal 16 undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Pidana ancaman hukumannya paling singkat satu tahun penjara dan paling lama lima tahun penjara serta denda paling sedikit Rp.500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah) dan paling maksimal Rp.2.500.000.000,- (Dua miliar lima ratus juta rupiah).

Selain itu, Ketua DPP Lembaga Pemantau dan Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH) berharap kepada Tim Mabes Polri tidak hanya berhenti pada penangkapan tersangka M.

Kita berharap agar Oknum – oknum yang membekinginya ditangkap juga. Apakah ada oknum polisi atau tentara misalnya, itu harus diselidiki lebih jauh lagi, tutup Ketua DPP Lembaga Pemantau dan Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY